aliran kubisme

Aliran Kubisme: Pengertian, Sejarah, Ciri, Tokoh, dan Contoh

Kubisme adalah aliran seni rupa yang melukis objek mereka dalam bentuk geometris.Yuk, belajar sejarah, tokoh, dan contoh gambar kubisme.
Home » Seni » Aliran Kubisme

Pengertian Kubisme

Apa itu aliran kubisme? Kita bisa menjawab pertanyaan ini dengan berbagai cara. Mari kita coba tinjau secara praktis dan filosofis. 

Secara praktis, kubisme adalah aliran seni lukis yang menyajikan subjeknya dalam bentuk bidang geometris yang dipandang dari berbagai macam sudut. Tapi maknanya tak sesimpel itu, karena kubisme menyembunyikan makna yang lebih mendalam. 

Secara filosofis, beberapa ahli mengartikan aliran kubisme sebagai perumpamaan demokrasi karena setiap elemen visualnya memiliki posisi yang ‘seimbang’. Melansir IdealArt, penganut kubisme mengakui bahwa kehidupan itu kompleks. Kita hanya bisa memahami kehidupan dengan mempelajarinya dari berbagai macam sudut pandang.

Pengertian aliran kubisme

Sejarah Aliran Kubisme

Secara singkat, kubisme adalah aliran seni yang dipelopori oleh Pablo Picasso dan Georges Braque. Aliran ini mempersepsikan manusia dan benda dalam bentuk geometris ini mencapai puncak kejayaannya pada abad ke-20. Secara kronologis, kubisme terbagi ke dalam 2 period, dari waktu kelahirannya di tahun 1907 hingga pasca Perang Dunia II. 

Periode Pertama: Lahirnya Kubisme

Picasso dan Braque sudah lama bergelut di dunia aliran kubisme sejak tahun 1905. Namun, dunia baru menyaksikan hasil karya mereka pada tahun 1916 melalui lukisan bernama Demoiselles d’Avignon. Aliran baru ini merupakan loncatan terbesar dari gaya-gaya lama yang cenderung representasional dan emosional.

Braque terpukul sekaligus tertarik dengan garapan Picasso yang avant garde ini. Ternyata, kolega lamanya berhasil menciptakan perspektif baru dalam merepresentasikan realita. Georges Braque kemudian bergegas mengangkat kuasnya dan ikut menciptakan sebuah lukisan kubisme bernama Large Nude.

Istilah ‘kubisme’ pertama kali dicetuskan oleh seorang kritik seni bernama Louis Vauxcelles pada tahun 1908, untuk menyebut lukisan Braque dan Picasso. Kenapa nama itu? Karena musuh bebuyutan Picasso yang bernama Henri Matisse pernah nyeletuk kalau gambar mereka mirip kubus.

Periode kelahiran kubisme juga dikenal dengan istilah era Kubisme Analisits (Analytical Cubism). Era ini menandakan pengakuan masyarakat dunia atas aliran kubisme yang revolusioner tersebut.

Periode Kedua: Perkembangan Aliran Kubisme

Periode ini melahirkan beberapa subgenre kubis, yang paling terkenal antara lain adalah Kubisme Sintetis (Synthetic Cubism). Kubisme Sintetis adalah gerakan eksperimental yang diprakasai Picasso dan Braque sebagai pembaharuan dari gerakan sebelumnya.  Jika Kubisme Analitis hanya fokus pada satu objek atau subjek, maka gerakan baru ini ingin memperluas cakupannya pada kehidupan perkotaan.

Aliran ini terus berevolusi hingga menciptakan cabang-cabang lain, seperti Kubisme Gaib (Orphic Cubism) yang dikepalai oleh Jacques Villon dan saudaranya Raymond Duchamp-Villon. Namun, perkembangan kubisme terhambat karena meletusnya Perang Dunia I. Pelukis-pelukis handal, seperti Braque, Lhote, de la Fresnaye, dan Leger direkrut untuk menjadi pasukan bela negara.  

Peperangan mengubah kubisme secara total. Gairah para seniman beraliran kubisme telah sirna dan tergantikan oleh bayang-bayang medan perang. Lukisan Picasso cenderung mengarah ke aliran realisme, contohnya Three Musicians (1921) dan The Weeping Woman (1931) yang terinspirasi dari Perang Saudara Spanyol.

Kehancuran pasca perang melontarkan para pelukis aliran kubisme untuk mengeksplor gaya-gaya baru yang sangat simplistik. Sub-aliran ini bernama Kubisme Kristal (Crystal Cubism). Ketimbang melihat subjek dari berbagai macam sudut pandang, para kubis cenderung memindai subjek mereka ke atas permukaan bidang datar.

Jenis-jenis Kubisme

Bercermin dari catatan sejarah, aliran kubisme berkembang menjadi dua sub-genre yang berbeda: Kubisme Analitis yang lebih kaku dan kasar, kemudian Kubisme Sintetis yang berusaha untuk memperluas cakupan kubisme.

  • Kubisme Analitis atau Analytical Cubism berlangsung dari tahun 1908 hingga 1912. Gambarnya cenderung abstrak dan non-representasional, karena lukisannya hanya terdiri dari untaian garis dan bidang dalam spektrum warna yang gelap dan mencekam. 
  • Kubisme Sintetis adalah kelanjutan dari subgenre sebelumnya. Dia muncul di sekitar tahun 1912 dan bertahan hingga 1914. Secara estetika, elemen visualnya lebih sederhana dan tampak seperti potongan-potongan kolase surat kabar.
  • Menurut SapaKreatif, Kubisme Kristal merupakan sebuah kemunduran karena peperangan telah merampok semangat intelektual para pelukis. Hal tersebut akhirnya menurunkan derajat kubisme hanya sebagai ‘gaya abstrak lainnya’.

Ciri-ciri Aliran Kubisme

Jika kamu memperhatikan sejarah hingga jenis-jenis di atas, maka kamu akan mudah menjelaskan apa saja ciri-ciri aliran kubisme. Biar lebih nempel, yuk lihat rangkuman di bawah ini:

  • Secara umum, ciri-ciri yang paling mendasar dari aliran kubisme adalah upaya menguraikan sebuah objek ke dalam bentuk-bentuk paling sederhana.
  • Ciri berikutnya adalah, lukisan penganut kubisme menggunakan berbagai sudut pandang demi menampilkan objek yang terpecah-belah.
  • Khusus untuk lukisan Kubisme Analitis, garisnya sangat tegas dan pilihan warnanya cenderung monokrom. 
  • Khusus untuk Kubisme Sintetis, gambarnya seperti kolase banyak media sehingga menciptakan kesan bidang datar.

Tokoh dan Contoh Gambar Aliran Kubisme

Le Demoiselles d’Avignon (1907) karya Pablo Picasso

Lukisan aliran kubisme berjudul Le Demoiselles d’Avignon adalah karya Picasso yang paling bombastis. Pasalnya, subjek dalam gambar bukan hanya perempuan telanjang biasa, tapi seorang pekerja seks. Ditambah lagi, wanita-wanita tersebut dilukis dengan pose yang ‘agresif’.

Jika kalian memperhatikan dengan seksama, wajah mereka berbentuk seperti topeng. Picasso sengaja melakukan ini karena ia mengambil sebagian inspirasinya dari seni non-barat, tepatnya Afrika. Pilihan tersebut menunjukkan bahwa seksualitas ketiga subjek tidak hanya agresif, namun juga primitif. 

Masyarakat pada umumnya mengecam dan mengecap lukisan kubisme ini sebagai karya seni yang tidak bermoral. Tapi tidak untuk Braque, seorang yang mengkaji Le Demoiselles d’Avignon secara mendalam. Le Demoiselles d’Avignon masuk ke dalam kategori Proto-Kubisme, karena merupakan lukisan pertama yang menjadi pondasi estetika kubisme

Maisons et Arbre (1908) karya Georges Braque

Tak disangka, lukisan yang dikutuk secara massal bisa menghasilkan satu penggemar fanatik. Braque membuktikan ketakjubannya pada aliran kubisme melalui Maisons et Arbre,. Dalam lukisan ini, beliau meminjam teknik sapuan kuas dan penyederhanaan subjek menggunakan bentuk geometris. 

Seperti yang bisa kalian lihat, Maisons et Arbre tidak memiliki titik lenyap bahkan garis horizon. Secara perspektif, lukisan ini tampak tumpang tindih karena semua elemen visualnya bertengger di foreground.

Conquest of the Air (1913) karya Robert de la Fresnaye

Fresnaye adalah pelukis aliran kubisme yang paling ‘girang’, karena pilihan warnanya sangat cerah dan suasana gambar yang terkesan optimis. Kita bisa melihat kesan tersebut pada Conquest of the Air. Lukisan ini menceritakan Robert yang sedang duduk santai bersama saudaranya yang bernama Henri. 

Berdasarkan balon udara yang terlihat, lukisan ini sekiranya berlatar pada tahun 1906 hingga 1938, saat Piala Gordon Bennett atau perlombaan balon udara tertua di dunia diselenggarakan. Tim SapaKreatif belum mampu menemukan alasan kenapa de la Fresnaye memilih momen ini. Kalau kamu tahu, tulis di kolom komentar, ya! 

Menilai dari karakteristik elemen visualnya, lukisan ini merupakan subgenre aliran kubisme yang lebih modern. Robert de la Fresnaye masih menggunakan teknik penyederhanaan bentuk menjadi bidang datar, namun dia memilih untuk memotret momen dengan warna-warna cerah.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *