Belajar Impresionisme bersama SapaKreatif

Aliran Impresionisme: Pengertian, Tokoh, dan Contoh

Impresionisme adalah sebuah aliran yang terkenal dengan teknik pencahayaan yang kuat dan ekspresif 🎨 Belajar pengertian dan sejarahnya, yuk!
Home » Seni » Aliran Impresionisme

Pengertian Impresionisme

Impresionisme adalah aliran seni yang lahir di Perancis di sekitar abad ke-19. Lukisan yang dibuat menggunakan gaya impresionisme cenderung memiliki warna yang terang-benderang, sapuan kuas yang tegas, dan terkesan ‘memberontak’.

Teknik melukis ini dipelopori oleh beberapa tokoh terkenal dalam dunia kesenian, yakni: Claude Monet, Camille Pissarro, dan Edgar Degas. Keempat seniman tersebut bersatu menggagas impresionisme karena mereka ingin menentang ‘ajaran utama’ yang populer di kalangan pelukis saat itu, yaitu: melukis realita senyata mungkin.

Dengan begitu, para penganut impresionisme bertekad untuk tidak semerta-merta melukiskan realita, namun berusaha untuk menyertakan kesan atau emosi yang mereka rasakan saat melihat realita. Itulah alasan kenapa mereka disebut dengan panggilan impresionis! Mereka berhasil memperkenalkan subjektivitas manusia ke dalam karya seni.

Karakteristik Aliran Impresionisme

Melansir dari Sothebys, sebetulnya tidak ada teknik melukis tertentu yang harus diterapkan supaya sebuah karya bisa disebut sebagai lukisan impresionisme, namun seniman yang menganut aliran ini cenderung memiliki pendekatan dalam melukis yang sama. Pendekatan kesenian yang menjadi ciri menonjol dari impresionisme ini disebut dengan en plein air.

En Plein Air adalah teknik dimana pelukis harus bekerja secepat mungkin untuk menjaga kemurnian kesan mereka terhadap objek yang ingin mereka lukis. Karena harus melukis dengan cepat, mereka menggunakan sapuan kuas yang pendek dan mengabaikan detail. Untuk menciptakan efek bayangan, para pelukis mengkombinasikan warna-warna komplementer ketimbang menggunakan cat berwarna hitam, abu-abu, atau variasi warna gelap.

Namun, kekhasan aliran ini masih banyak lagi. Berikut ialah seluruh ciri-ciri lukisan impresionisme yang wajib kalian mengerti: 

  • Lukisan menitikberatkan pada kesan dan gambaran besar terhadap sesuatu, jarang sekali fokus pada detail kecil. 
  • Latar tempat karya sering terletak di luar ruangan.
  • Palet warna yang digunakan sangat variatif dan kontras.
  • Sapuan kuas yang digunakan pendek namun tegas, seperti menggambar sketsa.
  • Saat mengganti warna, pelukis langsung menimpa warna baru tanpa menunggu cat sebelumnya untuk kering terlebih dahulu.
  • Penggunaan warna komplementer yang sama-sama terang untuk menggambarkan efek bayangan ketimbang warna gelap. 

Sejarah Impresionisme

Impresionisme merupakan aliran radikal yang mengguncangkan kancah kesenian di penghujung tahun 1800-an. Aliran ini dicetuskan oleh pelukis asal Paris yang melawan ajaran tradisional. Para impresionis menganggap bahwa ajaran realisme justru gagal menggambarkan realisme, karena telah mengabaikan realita subjektif sang pelukis.

Lahirnya Aliran Impresionisme

Melansir dair History, impresionisme mulai umum terdengar sekitar tahun 1860-an saat segerombolan pelukis termasuk Claude Monet, Alfred SIsley, dan Pierre-Auguste Renoir menggagas teknik yang dinamakan plein air.

Baca Lagi: Realisme Adalah: Pengertian, Tokoh, dan Contoh

Kelahiran aliran ini juga bertepatan dengan alat penyimpan cat portabel temuan John Rand. Ciptaan ini mengguncang kancah kesenian pada saat itu, karena memudahkan para pelukis untuk membawa peralatan mereka dengan mudah. Para pelukis pun tidak lagi dikekang di dalam studio mereka dan bebas berkelana mengunjungi pemandangan-pemandangan yang indah.

Pelukis realisme bernama Edouard Manet adalah salah satu pelukis yang merasakan revolusi kesenian ini. Merangkum dari beberapa sumber, Edouard Manet bisa dikatakan sebagai “Bapak para Impresionis” karena banyak sekali tekniknya yang dipinjam oleh impresionis modern.

Penganut impresionisme mempertunjukkan debut karya seninya kepada dunia pada tahun 1874 dalam sebuah pagelaran seni yang diselenggarakan oleh Felix Nadar. Pagelaran seni ini hadir sebagai kompetitor dari pagelaran seni arus utama yang bernama Académie des Beaux-Arts’ Salon de Paris.

Gerakan Seni Lain yang Terinspirasi dari Aliran Impresionisme

Pointilisme atau Neo-Impresionisme

Cabang dari aliran impresionisme ini didirikan pada tahun 1886 oleh seorang pelukis asal Perancis yang bernama George Seurat. Salah satu karya seni pointilis yang dilukis oleh George Seurat adalah Afternoon On The Island of La Grande Jatte.

Seperti yang bisa kalian lihat, Seurat memiliki gaya melukis yang sangat mencolok. Saat mewarnai lukisannya, Seurat mencolek ujung kuasnya di sepanjang kanvas sehingga membentuk kesan titik-titik kecil. Tentu saja, cukup kecil sehingga ketika dilihat dari jarak tertentu, warna lukisannya jadi membaur satu sama lain.

Pasca-Impresionisme

Sebenarnya pasca-impresionisme bukan sebuah gerakan seni yang utuh. Melansir dari History, pasca-impresionisme adalah sebuah respon terhadap impresionisme. Seniman seperti Paul Cezanne, Edvard Munch, dan Vincent van Gogh menentang impresionisme murni karena dianggap terlalu ‘mengekang’. Para pelukis yang beraliran pasca-impresionisme lebih tertarik untuk menggunakan pendekatan yang lebih emosional dan simbolis ketika melukis subjeknya.

Pelukis Impresionisme dan Contoh Karyanya

Claude Monet

Claude Monet dinobatkan sebagai pemimpin aliran impresionisme oleh para akademisi seni. Di kalangan pegiat lukisan, Monet terkenal dengan sapuan kuasnya yang singkat dan penggunaan warna yang terkesan patah.

Monet tertarik menggambarkan waktu yang kian berlalu dari sisi pencahayaan lukisannya. Pada tahun 1894, Claude Monet memulai proyek yang disebut dengan panggilan Rouen Cathedral: The Facade at Sunset. Dalam proyek ini, Monet menyelesaikan serangkaian lukisan yang menggambarkan Katedral Rouen pada waktu yang berbeda sepanjang tahun.

Pierre-Auguste Renoir

Renoir adalah pelukis lain yang juga berhak mendapat gelar Ketua Impresionisme. Seperti Monet, dia juga tertarik melukis cahaya, namun dia lebih menyukai lokasi dalam ruangan ketimbang pemandangan alam. 

Menilai dari lukisannya, Renoir sangat optimis dalam menjalani hidup. Lukisannya kerap mengangkat tema kehidupan sehari-hari dan pencahayaannya sangat hangat seperti hari yang terik di musim panas. Saat melukis adegan pesta dansa di Paris, Renoir menggabungkan cahaya buatan dan alami untuk memberikan kesan suasana yang riang.

Edgar Degas

Dunia mengingat Edgar Degas sebagai seorang pelukis impresionisme, tapi sebenarnya dia tidak rela dan menolak panggilan tersebut. Melansir The Art Story, Degas walaupun dikenal sebagai impresionis, dia lebih menyukai aliran realisme dan memilih untuk menggunakan label ‘Independen’ untuk mengkategorikan gaya lukisannya.

Salah satu lukisan impresionisme karya Edgar Degas adalah The Bellelli Family (1858). Menilai dari lukisan ini saja, kita dapat menilai seberapa kuatnya aliran realisme telah mempengaruhi Edgard Degas.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *