Berbagai macam lukisan ekspresionisme

Lukisan Ekspresionisme: Pengertian dan Contoh Gambar

Ekspresionisme adalah aliran seni rupa yang menekankan kebebasan ekspresi. Pelukisnya menyampaikan unek-unek melalui distorsi warna yang melekuk-lekuk.
Home » Seni » Aliran Ekspresionisme

Lukisan ekspresionisme adalah aliran seni rupa yang mengungkapkan gejolak emosi pelukisnya. Para pelukis menyampaikan isi hati mereka melalui kombinasi warna yang mencolok dan goresan yang berlekuk-lekuk. Menurut catatan sejarah, ekspresionisme merupakan salah satu aliran terbesar karena penekanannya terhadap ekspresi individu membebaskan para pelukis untuk berinovasi mengembangkan karya-karya baru.

Aliran ekspresionisme adalah gerakan yang muncul sebagai protes kepada Revolusi Industri di penghujung abad ke-19. Pelukis yang menganut aliran ekspresionisme mengembangkan metode untuk menyisipkan kritik sosial dalam sapuan kuas mereka. Mereka menyampaikan pesan yang tidak jauh dari unek-unek terhadap kapitalisme dan tuntutan kerja yang mengekang jiwa mereka.

Menurut SapaKreatif, ekspresionisme ialah aliran seni yang paling intim dan terkesan ambyar. Hatimu akan dikoyak dengan perasaan dari seluruh spektrum emosi, mulai dari sedih hingga takut. Lantas, apa itu aliran ekspresionisme? apa saja ciri-cirinya dan siapa saja perupa yang melukis dengan aliran tersebut? Simak artikel yang membahas pengertian, sejarah, dan contoh lukisan ekspresionisme.

Pengertian Lukisan Ekspresionisme

contoh lukisan ekspresionisme
Contoh lukisan ekspresionisme

Apa pengertian dari lukisan aliran ekspresionisme? Ekspresionisme merupakan aliran seni yang berfungsi sebagai sarana pelampiasan emosi dan gejolak spiritual pelukisnya. Aliran ini muncul di Jerman pada ujung abad ke-19 di tengah huru-hara Perang Dunia I hingga Revolusi Industri di awal abad ke-20.

Mata yang kurang terlatih akan sulit membedakan lukisan ekspresionisme dari futurisme, kubisme, dan bahkan surealisme. Sebab gaya dan pendekatannya hampir mirip, yakni bentuk subjek yang aneh dan tidak alami. Agar mudah diingat, perlu dicatat bahwa segala distorsi bertujuan untuk menggambarkan perasaan seniman, bukan kondisi psikis atau bahkan dunia luar.

Pendekatan ekspresionis itu simpel, karena esensinya itu mendorong individu untuk meluapkan emosi mereka. Inilah alasan kenapa ekspresionisme tak hanya mempengaruhi perupa dan pelakar. Pengaruhnya bisa kamu temui dalam sastra dan bahkan sinema.

Sebaiknya kita mulai dari asal-usul ekspresionisme terlebih dahulu.

Sejarah Lukisan Ekspresionisme

Melansir Dane Fine Art, lukisan ekspresionisme bermuara di Eropa Barat pada tahun 1800-an. Pada saat itu, seniman di Jerman sedang berhadapan dengan dua hal: maraknya impresionisme dan Revolusi Industri. Bagi pelakar Jerman, Revolusi Industri merampas kebebasan berekspresi rakyatnya dan impresionisme adalah aliran yang sampah.

Baca Lagi: Aliran Impresionisme: Pengertian, Sejarah, Tokoh, dan Contoh

Perupa Jerman membenci karakteristik impresionisme yang berwarna-warni tapi terkesan hampa dan tidak memiliki substansi. Melihat hal tersebut, terbentuklah pendekatan seni yang bertujuan untuk mengisi kehampaan impresionisme dengan luapan emosi yang terpendam. Maka dari itu, banyak pengamat seni yang menyebut aliran seni ekspresionisme dengan istilah “pasca-impresionisme”.

Sepanjang abad ke-19 hingga 20, perkembangan seni lukis ekspresionis di Jerman bisa dibagi ke dalam dua periode. Periodisasi ini dibentuk diberdasarkan nama kelompok seniman ekspresionis di Jerman, yaitu: Die Brucke (Jembatan) dan Der Blaue Reiter (Pengendara Biru).

  • Die Brucke (1905-1913): Nama “jembatan” mempunyai makna terselubung yang lebih ambisius, yakni “semangat jiwa pemuda untuk menyambut masa depan baru”. Kelompok ini belum sepenuhnya bebas dari pengaruh impresionisme, karena karya mereka masih mendahulukan gaya sebelum makna. Mereka ingin memicu respon emosi penikmat dengan konfigurasi warna dan komposisi gambar yang membingungkan.
  • Der Blaue Reiter (1911-194): Tiap kelompok pelukis ekspresionis punya tujuan yang berbeda. Anggota Pengendara Biru percaya bahwa setiap sapuan kuas harus memiliki makna. Semua warna memiliki makna dan proses pemindahan perasaan pada kanvas adalah aktivitas yang ‘spiritual’. Istilah “Pengendara Biru” berasal dari lukisan Wassily Kandinsky yang serba biru dan Franz Marc yang terobsesi dengan penunggang kuda.

Ciri-ciri Aliran Ekspresionisme

Aliran ekspresionis mempunyai corak yang membedakan lukisan ekspresionisme dengan yang lain. Melansir dari berbagai sumber, karakteristik gaya lukis ekspresionisme ada tiga: bentuk yang berlekuk-lekuk, pilihan warna yang garang, dan sentuhan subjektivitas.

  • Bentuk yang Berlekuk-lekuk: Tujuan utama ekspresionisme adalah untuk mengemukakan emosi, dan masing-masing pelukis memiliki caranya masing-masing. Meskipun demikian, biasanya para pelukis menyampaikan emosi mereka melalui sapuan kuas yang berlebihan.
  • Pilihan Warna yang Garang: Lukisan ekspresionis memuat emosi-emosi kuat yang terpendam dalam jiwa pelukis. Hal ini tercermin dari kombinasi warna-warna yang berani dan menyala-nyala.
  • Sentuhan Subjektivitas: Pelukis dengan aliran ekspresionisme berfokus untuk menggambarkan objek sebagaimana diproses oleh emosi seorang seniman. Dampaknya, hasil lukisan ekspresionisme bisa terkesan abstrak karena yang ditonjolkan adalah simbolisme dari perasaan pelukisnya.

Tokoh Pelukis Ekspresionisme

Lukisan ekspresionisme adalah aliran seni lukis modern yang paling terkenal di dunia. Pendekatan ekspresionis sangat universal sehingga banyak seniman tertarik mengadopsinya. Dari sekian banyak tokoh seni lukis mancanegara yang beraliran seni lukis ekspresionisme, hanya ada beberapa yang pantas mendapat gelar maestro. Berikut adalah tokoh dari aliran seni lukis ekspresionisme yang penting untuk diingat.

1. Edvard Munch

Edvard Munch adalah salah satu pelukis Norwegia terbaik yang menganut aliran ekspresionisme. Lukisannya yang paling terkenal adalah The Scream (1893) dan dunia mengakuinya sebagai lukisan ekspresionisme yang paling ikonik sepanjang sejarah. Edvard Munch memiliki gaya lukis yang unik karena dia mengidap sebuah gangguan psikologis berupa kecemasan berlebih, depresi akut, dan penyakit saraf.

2. Wassily Kandinsky

Sebelum mendalami lukisan ekspresionisme, Wassily Kandinsky berprofesi sebagai pengacara dan ahli ekonomi yang bermukim di Munich, Jerman. Sebelum berdiam di Jerman, dia sempat menetap di Perancis dan menghasilkan banyak hasil karya yang sangat terkenal. Bagi komunitas pelukis ekspresionis, Wassily Kandinsky merupakan seorang pelopor dan pemimpin aliran lukisan ekspresionisme

3. Vincent Van Gogh

Siapa yang tidak kenal Vincent Van Gogh? Dia adalah pelukis dengan aliran ekspresionisme abad ke-20 yang paling terkemuka di jagat semesta. Pengaruhnya sangat besar terhadap pelukis ekspresionis lain karena banyak sekali perupa yang mengikuti kombinasi warna dan sapuan kuasnya yang ekspresif dan menonjol.

4. Affandi

Affandi adalah seorang pelukis ekspresionis berdarah Indonesia. Setelah menyelesaikan sekolahnya, dia mulai mendalami gaya lukisan ekspresionisme pada tahun 1930-an. Sepanjang hidupya, dia menerima berbagai macam penghargaan di bidang seni dan berhasil memamerkan karyanya di berbagai pagelaran seni di seluruh dunia.

Contoh Lukisan Ekspresionisme

1. Lukisan Ekspresionisme “The Scream” karya Edvard Munch

lukisan ekspresionisme "The Scream"
Lukisan Ekspresionisme “The Scream”

Gambar ekspresionisme bertajuk The Scream ini menggambarkan peperangan spiritual yang terjadi antara individu dan masyarakat Jerman pada masa itu. Latar lukisan ini terinspirasi saat dia menelusuri sebuah jembatan di Oslo, Norwegia. Langit oranye yang menaungi figur berteriak dalam The Scream menggambarkan kengerian dan kecemasan Edvard Munch terhadap dunia dan segala tanggung jawabnya.

2. Lukisan Ekspresionisme “Badai Pasti Berlalu” karya Affandi

contoh lukisan ekspresionisme karya affandi
Contoh gambar ekspresionisme “Badai Pasti Berlalu” karya Affandi

Bada Pasti Berlalu bercerita tentang perasaan terombang-ambing yang dialami Affandi ketika mengarungi samudera dunia. Lukisan ini merepresentasikan perjuangan seseorang menavigasi ujian kehidupan. Dalam lukisan ini, Affandi menerapkan konsep simbolisme dimana ombak badai diumpamakan sebagai rintangan dalam hidup, dan matahari yang bersinar menandakan cahaya harapan yang akan bersinar terang menyambut kesabaran dan ketabahan manusia dalam menghadapi segala cobaan.

Rangkuman

  • Pengertian lukisan ekspresionisme adalah jenis aliran seni lukis yang menekankan kebebasan berekspresi dan meluapkan unek-unek mereka.
  • Hasil karya aliran ekspresionisme sangat subjektif, sehingga ciri lukisannya adalah warna yang berani dan bentuk yang berlekuk-lekuk.
  • Tokoh ekspresionisme yang paling terkenal adalah: Edvard Munch, Vincent Van Gogh, dan Affandi.
  • Contoh karya yang paling terkenal yakni Badai Pasti Berlalu karya Affandi dan The Scream karya Edvard Munch.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.